Nella Kharisma – Kau Telah Pergi

karena ku tahu pergimu takkan kembali / kau pergi kau pergi, kau pergi kau pergi mengenang masa-masa dulu bersama / di dalam suka, di dalam duka / dan tak ada lagi canda dan tawa / kau pergi selamanya kau pergi kau pergi, kau pergi kau pergi / kau telah pergi tinggalkan dunia

Via Vallen – Secawan Madu

dirimu pula yang menghancurkan / tega-teganya ketulusanku / kau balas dengan kecuranganmu pandainya engkau bersilat lidah / cinta bagimu hanyalah senjata semula ku mengagumi sikap dan ketulusanmu / hingga diriku jatuh terbuai dalam bujuk dan rayumu

Devi Demplon – Menjangan (Merana Berkepanjangan)

menjangan, aku menjangan ditinggal pergi sudah biasa / diselingkuhin sudah biasa / alasan sudah tidak sejalan (tidak sejalan) / sekarang lihat dia sudah digandeng orang / kok akunya jadi tidak karuan (menjangan, ku merana berkepanjangan / masa lalu jangan diingatkan

Lucy – Dugem (Duda Gembos)

usia kepala lima / banyak rupa, banyak kaya berharap dapat duit / alasan lagi pailit / si duda sakit hati / ngaku bos padahal gembos pacaran sama duda / banyak rupa, banyak kaya berharap dapat duit / alasan lagi pailit / si duda sakit hati / pura-pura mau bunuh diri

Melanie Mooi – Cumi Rebus

tapi tidak setia ku takut-takut lagi / takut ketipu lagi / banyak yang janji sehidup semati / mending pilih yang aman cumi rebus calon suami rekening bagus / cumi rebus calon suami rekening bagus / cumi rebus calon suami rekening bagus aku takut-takut lagi

Lita Darawangi – Ngamen

penumpange longgar tenan, supire gal-ugalan / cukuran lanang, semiran abang / sayang untune bathikan kopi lambada iku ngono ra sepiro mas, ibarat aku nduwe konco / tibane gendeng anyaran, ditabok setan iku ngono ra sepiro mas, ibarat aku nduwe tonggo

Lita Darawangi – Ngamen 2

telung sasi mak aku urung bayaran mak dongamu mandhi tenan / koyok ngene rasane wong ora duwe / nduwe pisan diece karo kancane eling-eling manungso bakale mati / dipendem jero diapit bumi ono kubur iku akeh pandoso / ben no kerasan yen ono kuburan neng akhirat ora ono montor liwat

Suliana – Dua Kursi

tak pernah engkau makan / kalau hanya kopi yang ku suguhkan / di luaran rumah kau macam-macam, sayang / awas awas awas awas satu kali kau salah melangkah, bibirmu laik berdusta / pada orang, pada orang lain tak ku mau lelaki yang dipuja menduakan cinta

Suliana – Semakin Sayang Semakin Kejam

terlalu banyak jahitan luka, tak sanggup ku menahan sakit / sudah sudahlah kita cari jalan-jalan sendiri / biarlah jalinan kisah kasih berakhir sampai di sini semakin sayang aku padamu, semakin kejam perlakuanmu / sedih sedih rasa hatiku, bisa bisa sakit jiwaku